Minggu, 05 Desember 2010

Mengulas Kembali Ajaran Agama

Ketika kita mengulas kembali peristiwa masa lalu dalam Islam dan tokoh-tokohnya, sebenarnya kita sedang mengulas kembali perkara-perkara di mana kehidupan kaum Muslimin tidak akan urus kecuali dengannya. Karena ketika itu kita lakukan, sesungguhnya kita akan mendapati bahwa diri kita sedang mengulas kemabali persoalan-persoalan penting dalam Islam; akidah, fiqih, akhlak, muamalah dan hukum serta undang-undang.

Kita mengulas fiqih keseimbangan, fiqih prioritas, dan kita juga mengulas tentang fiqih realitas. Atau bahkan, kita bisa mengatakan bahwa semua persoalan agama kita bisa diulas kembali dalam peristiwa yang banyak kita baca.

Begitulah kemudian, Allah swt dalam kitab-Nya yang suci mengisahkan banyak sekali peristiwa hingga mencapai dua per tiga dari isi Al-Qur’an itu, dengan bahasa yang indah dan dengan penjelasan yang memberi kepuasan pada akal; menceritakan peristiwa yang mengharu biru sehingga hati menjadi tersentuh. Ada persoalan keyakinan di sana, ada hukum fiqih di sana, lalu Allah mengaitkan masa lalu dan masa sekarang, sejarah dan realita, dahulu dan kini, sehingga kita merasa sejarah yang dipaparkan Allah seakan hidup, dinamis, dan seperti lisan yang berbicara.

Allah swt tidak sekadar menceritakan orang-orang yang telah binasa, tidak juga negeri-negeri yang dihancurkan seperti yang dicatat sejarah dalam halaman yang berlembar-lembar, tapi Allah menceritakan cerita kita sendiri, bagaimana seharusnya memahami dan menjalankan ajaran agama ini dengan baik dan benar.

1 komentar:

  1. yup surat cintaNya memang untuk kita..
    tapi terkadang (mungkin sering ) ketika membaca, ya ayuhannas atau ya ayyuhalladzi.. dan yg lain2nya kita tetap ga nyadar2 juga kita yg ditegur, kita yg diperingatkan, kita yang ... yang lain2nya lah.
    bahkan ada yang ga pernah baca2 lagi surat cintaNya itu, karna lebih memilih surat kabar dipagi hari dg secangkir kopi atau malah tabloid gosip dibanding membaca Al Qur'an, padahal persoalan hidup kita dibahas semua di sana

    BalasHapus

silakan dikomentari..